Showing posts with label Aceh. Show all posts
Showing posts with label Aceh. Show all posts

Wednesday, 7 February 2018

Buku Aksiologi Ma'rifah Hamzah Fansuri

Launching dan Bedah Buku Aksiologi Ma'rifah Hamzah Fansuri
di Aula Fakultas Ushuluddin UIN Ar Raniry Banda Aceh
Selasa 19 Desember 2017
Resume Buku
Judul Buku : AKSIOLOGI MA'RIFAH HAMZAH FANSURI
Penulis : Ramli Cibro
Cetakan Pertama : Juni 2017
ISBN 978-602-60562-03-8
xxi + 182 hlm 14,5x21cm 
Editor : Muhammad Alkaf
Penerbit :
PADEBOOKS Banda Aceh
(disadur dari bagian kesimpulan buku) 
Kajian ini  berangkat dari keinginan penulis untuk mencari nalar epistimologi baru dalam melihat Hamzah Fansuri untuk menemukan konsep-konsep yang mungkin akan diaktualisasikan sebagai konstruk Hamzah Fansuri (atau dalam Istilah beberapa penulis sebagai Konstruk Fansurian). Konstruk ini diharapkan akan menjadi alternatif paradigma khususnya dibidang kebudayaan dan keislaman yang akhir-akhir ini lebih didominasi oleh paradigma keagamaan yang radikal dan fundamental.

Friday, 29 December 2017

MAULID DALAM PREPEKTIF FILSAFAT KENABIAN

Ramli Cibro
Sesuai dengan judulnya, tulisan ini bukan hendak membedah tradisi Maulid dari prespektif dalil fikih. Namun, tulisan ini ingin melihat maulid dari sudut pandang yang tidak biasa, yaitu sudut pandang filsafat, khususnya Filsafat Kenabian. Kajian ini ingin memperkenalkan modifikasi maulid dalam filsafat kenabian dalam narasinya sebagai “Kebenaran” dan dalam prakteknya sebagai “Kehadiran.”
Pada mulanya filsafat kenabian hanya mengacu pada urgensi Nabi sebagai utusan pilihan dan posisi intelektual Nabi dalam kaitannya dengan ‘aql fa al (active intellect). Namun disini, kajian akan diarahkan kepada bagaimana melihat urgensi “Kehadiran Nabi” dalam kehidupan aktual seorang Muslim. Atau lebih jauh lagi, bagaimana mengupas pandangan Filsafat Kenabian atas tradisi Maulid sebagai upaya untuk menghadirkan spirit dan ruh Baginda Rasul SAW dalam prespektif imanensi kenabian.

Saturday, 4 November 2017

DARI GANJA KE SABU; PERUBAHAN FENOMENA SOSIAL MASYARAKAT ACEH


Opini Pikiran Merdeka, 30 Oktober 2017
 *Ramli Cibro

Akhir-akhir ini, fenomena sabu menguat dan menjadi trend tersendiri di kalangan masyarakat Aceh. Baru-baru ini, publik Aceh bahkan dikejutkan oleh penangkapan salah seorang anggota DPRA yang kedapatan menggunakan sabu. Rupa-rupanya, kepopuleran sabu telah mengalahkan ganja yang sebelumnya menjadi icon negeri. Dan uniknya, peredaran sabu yang gencar berbarengan dengan masifnya upaya pemusnahan terhadap ladang-ladang ganja berikut penangkapan terhadap para kurir bako aceh tersebut. Baru-baru ini, (18/8/2017) Polda Aceh berhasil meringkus para kurir dan mengamankan sekitar 40 kilogram ganja di Aceh Utara. Sebelumnya, puluhan hektar ladang ganja di Montasik, Indapuri dan Seulimuem juga dimusnahkan.