Showing posts with label Al-Ihsan. Show all posts
Showing posts with label Al-Ihsan. Show all posts

Monday, 7 December 2015

MENGAWASI DUNIA 'ALIT'

Opini Harian Serambi Indonesia, 30 November 2015
Ramli Cibro
Tulisan ini tidak hendak mengkritisi apa yang ditulis oleh Asmaul Husna dalam opini ‘Menjenguk Dunia Lain,’ Serambi 28 November 2015. Namun lebih dari itu tulisan ini hendak mencoba menyambung cerita ‘dunia lain’ sebagai ‘dunia berekspresi dan ber-komunikasi’ dengan dunia lain sebagai ‘dunia hiburan dan mencari informasi.’ Dan naif-nya, sebagian konsumen dunia lain itu justru adalah ‘Manusia Alit’ (anak-anak kecil, meminjam istilah film Perahu Kertas) yang bukan saja optimal dalam merespon dan menangkap informasi, namun juga penuh rasa penasaran dalam mencari.

Ahlussunnah Yang Nyunnah

Opini Harian Serambi Indonesia, 26 Oktober 2015
Ramli Cibro
Robert Frager seorang peneliti sekaligus pengamal tasawuf dari Institute of Transpersoal Psychology, California dalam bukunya Heart, Self and Soul, menuliskan kisah perjalanan pemuda yang ‘alim ke sebuah pulau. Di pulau tersebut ia berjumpa dengan ahli ibadah yang sudah tua sedang merafalkan zikir-zikir tertentu yang konon dapat membuat orang berjalan diatas air. Sarjana ini mendengar si kakek keliru membaca zikir sehingga pemuda itu mengajarinya. Si kakek bercerita bahwa zikir tersebut telah diamalkan selama puluhan tahun. Pemuda kemudian memberi tahu bahwa jika si kakek mampu mengamalkannya dengan baik, ia akan dapat berjalan di atas air. 

Thursday, 2 July 2015

Teruskan petualanganmu, Putri Kecil,...



Hai Putri Kecil. Apa Kabarmu?
Aku kenal orang sepertimu yang terlalu sibuk dengan hal-hal sepele dan melupakan hal-hal serius. Aku kenal orang sepertimu yang mengikut arus sekaligus mencoba untuk melawannya. Aku kenal orang sepertimu yang begitu idealis namun tanpa sengaja sering menabrak idealismenya sendiri.
Hampir semua salah di matamu tapi bukan karena kau suka menyalah-nyalahkan. Hanya saja kau terlalu sensitif dan terlalu peka untuk setiap apa yang kau lihat telah penyimpang. Kau terlalu baik, terlalu berempati, hingga terkadang kau terjebak dalam empatimu sendiri. Sering terjadi kau tidak mampu melepaskan diri atau mengakhiri hubungan yang terbentuk tanpa sengaja akibat kecerobohan (persisnya keluguan)mu.

Tuesday, 16 June 2015

Mendaki Burangrang

Tulisan ini adalah tulisan lama yang pernah ku-posting di blog http://cucunguktepe.blogspot.com/2013/05/mendaki-burangrang-cimahi-jawa-barat.html, atau nama Kecoa De Cibro, dimana blog tersebut telah menjadi blog liar tak bertuan. Tidak seorangpun dari kami anak-anak coecoengoek yang tau tali kekang passwordnya. Kini blog itu terlunta-lunta di jagat perblog-an,,, tanpa tuan dan tanpa ruh,,,,
inilah tulisannya...

Saturday, 25 April 2015

Namanya Dinda; Fiksi Bersambung (part II)



 Namanya Dinda. Tentu saja Dinda yang masih sama dengan pernah kudeskripsikan waktu itu. Yaitu; Seorang cewek culun, aktifis dakwah, berkacamata, dan mahasiswi jurusan tetangga. Cantiknya lumayan, kira-kira dapet point 6,5 atau 0,5 poin lebih tinggi dari Cewek dalam lagu Mata Indah Bola Pimpong-nya Iwan Fals). Jadi wajar donk kalau aku suka? Disini Sekali lagi ku tegaskan, Dinda itu nama Pesbuk, bukan nama sebenarnya. Disini nama sebenarnya disamarkan untuk melindungi orang yang tidak bersalah dari jahatnya Cinta....(Dalam beberapa hal, aku menganggap cinta itu jahat)
Bukan menjadi rahasia lagi, bahwa kebanyakan kader dakwah pasti berpacaran. Entah darimana dalil yang membolehkannya, yang jelas ini merupakan sebuah fenomena yang mudah dijumpai. Menurut dugaanku Dinda-pun dah punya pacar. Terakhir kali aku bertemu dengannya, ia sedang jalan berdua bersama seorang pria misterius yang standarnya beda-beda tipis dengan aku. Mudah-mudahan itu bukan pacarnya. Dan jika benar? Artinya lagi-lagi ada yang mencuri start-ku.

Wednesday, 15 April 2015

Namanya Dinda (Bagian 1)



Namanya Dinda. Bukan nama asli, tapi nama pesbuk. Setidaknya ini yang ku tahu. Dua kali pesbuknya aku request,,, dua kali aku diabaikan. Tapi bagiku itu tak masalah. Diabaikan dan Mengabaikan atau yang lebih kejam, Ditolak dan Menolak adalah keseharian. Sudah terlalu biasa aku dengan semua itu. Sebagai gambaran umum, Dinda itu; Orangnya culun; berkacamata ; aktifis; penampilan biasa; anak jurusan tetangga dan mungkin juga anak LDK. Sebuah kenaifan bagi aku yang Anti LDK ternyata malah menyukai makhluk dari spesies 'Ikhwan-Ukhti.' 

Sunday, 8 March 2015

Cerobong Asap Milik Pak Haji (Part 1)


Salah satu yang paling menarik dari Pondok Pesantren Al-Ihsan Cibiru Hilir, Cileunyi, Bandung Barat adalah Cerobong Asap Milik Pak Haji yang cukup familiar itu. Kenapa Familiar, karena tidak ada santri yang tidak pernah kesana. Semua santri pasti kebagian piket dan salah satu tugas piket itu ialah menyetorkan sampah asrama untuk disortir oleh si bapak tukang sampah. Aku termasuk santri yang paling suka bertawaf, mengunjungi cerobong asap milik pak Haji disetiap paginya. Aku suka buang sampah asrama. (Rajin, uey) Sebenarnya bukan karena rajin, tapi buat ganti olah raga, karena aku termasuk orang yang malas berolah raga (harusnya aku gemuk,,, :( )