Sunday, 27 September 2015

TRADISI ZIARAH DI MAQAM SYEKH ABDURRAUF AL-FANSURI

Oleh Ramli
Mantan Santri Dayah Darul Hasanah Singkil
(Tugas Perkuliahan)
A.            Sekilas tentang kehidupan Syekh Abdurrauf Al-Fansuri
Syekh Abdurrauf, dengan nama lengkapnya adalah Abdurrauf bin Ali Al-Jawi Al-Fansuri Al-Singkili.  Di Aceh beliau dikenal juga dengan julukan Syah Kuala atau Tengku di Kuala,  sebagai nisbah kepada tempat pengajarannya, yang kemudian menjadi tempat pemakamannya. Ia dilahirkan di Suro, sebuah desa pinggiran sungai Simpang Kanan, Singkil, Aceh. Tahun kelahirannya tidak diketahui secara pasti, namun suatu pendapat mengatakan bahwa ia dilahirkan di sekitar tahun 1620 M.[1]

Agama dan Sains

Oleh Ramli
Mantan Santri
Secara umum, Tuhan yang dipercayai manusia itu ada 3 bentuk : Imanen (tuhan yang disifati), Transenden (tuhan yang tidak disifati) dan paradox (campuran antara disifati dan tidak didisifati). Dalam agama Islam, tuhan dianggap transenden. Tidak bisa dibuktikan dan digambarkan bentuk dan wujudnya, namun diyakini keberadaannya. Betapa sulit bagi kita untuk melakukannya, meyakini kebenaran sesuatu yang tidak bisa diindra.

Wednesday, 23 September 2015

Mana Yang Lebih Membutuhkan? Al-Qur'an Lebih Membutuhkan Hadits atau Hadits Lebih Membutuhkan Al-Qur'an?



Oleh Ramli
Seorang 'Mantan Santri' Dayah Darul Hasanah Syekh Abdurrauf Aceh Singkil
Pertanyaan diatas sekilas terlihat seperti berusaha memojokkan Al-Qur’an atau seperti ingin menunjukkan ‘kelemahan’ Al-Qur’an namun maksudnya tidaklah demikian. Pertanyaan ini hanya ingin menunjukkan posisi hadits sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an, karena diberbagai zaman dan tempat selalu saja ada kelompok yang merasa cukup dengan al-Qur’an dan menolak segala jenis hadits, baik qauliyah, fi’liyah maupun takririyah.  Salah satu argumennya, jika al-Qur’an adalah sesuatu yang jelas, berarti ia tidak membutuhkan hadits untuk menjelaskan maksud-maksudnya. Padahal kesempurnaan al-Qur’an sebagai petunjuk tidak akan mampu dicapai dan dilaksanakan oleh manusia, tanpa bantuan dari hadits Nabi Muhammad SAW.
Al-Hadits adalah pendamping Al-Qur’an. Dengan kedudukannya sebagai ‘al-bayan’ Hadits menepati posisi urgen (kedua setelah Al-Qur’an) sebagai sumber hukum dan petunjuk. Sulit untuk mengatakan orang bisa mengamalkan ajaran Al-Qur’an yang kebanyakan hanya perintah-perintah mujmal tanpa didampingi oleh hadits.

KEBIJAKAN PENGATURAN MESJID DI ACEH



Oleh : Ramli
Beberapa hari menjelang puasa, tepatnya pada hari Jum’at 19 Juni 2015 oleh beberapa LSM dan masyarakat Dayah menuntut pengembalian tata jum’at mesjid raya agar kembali kepada tata laksana endatu, bermadhab syafi’i beraliran ahli sunnah wal jama’ah. Tuntutan tersebut segera dieksekusi setelah adanya keputusan gubernur, Rabu, 24 Juni 2015. Sehingga pada Jum’at 26 Juni 2015, dengan pengawalan polisi, tuntutan FPI dan Perwakilan Dayah tersebut akhirnya terpenuhi.


KESENIAN KIBOT DALAM PANDANGAN ISLAM

Oleh Ramli


Masyarakat tumbuh oleh kebudayaan dan tak mungkin ada kebudayaan tanpa ada masyarakat. Dan tiap-tiap masyarakat melahirkan kebudayaan itu sendiri. [1]
Kesenian ialah penjelmaan dari rasa keindahan umumnya, rasa keharuan khususnya, untuk kesejahteraan hidup. Rasa itu disusun dan dinyatakan oleh pikiran, sehingga menjadi bentuk yang dapat disalurkan dan dimiliki.[2]
Kesenian selalu beriringan dan menyertai peradaban manusia. Ia seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manusia itu sendiri. Maka sangat tidak etis ketika Islam yang dikatakan sebagai agama fitrah tidak mengakomodir keberadaan seni yang menjadi bagian ‘fitrah’ dari sifat kemanusiawiannya.


Thursday, 2 July 2015

FILSAFAT CELANA DALAM



Ramli Cibro
Suatu Pagi di sekitar tahun 2013 di sudut kota Jogja
Celana dalam adalah bahasa tabu, namun ia cukup pasaran jika dilihat di pasar. Ia bisa menjadi barang gelap atau barang terang sekalipun. Ada perasaan malu, atau was-was ada yang liat setiap aku membeli celana dalam.Tapi ia dibutuhkan, dijejer rapi dengan bebas di jalan-jalan, dan diiklankan sedemikian rupa, oleh gadis-gadis cantik dan pria-pria gagah. 
Ah... entahlah...
Tanpa kita sadari kita telah memberikan perhatian lebih kepada celana dalam. Perhatian terhadap celana dalam bahkan jauh lebih besar daripada orang-orang di dunia lain, maksud saya di Negara lain. Ini bukan berarti bahwa kita adalah bangsa yang jorok, dan bukan pula bangsa yang ngeres. Tapi perhatian ini menunjukkan pada sensitifitas kita pada persoalan yang paling diributkan, yaitu masalah etika.

Teruskan petualanganmu, Putri Kecil,...



Hai Putri Kecil. Apa Kabarmu?
Aku kenal orang sepertimu yang terlalu sibuk dengan hal-hal sepele dan melupakan hal-hal serius. Aku kenal orang sepertimu yang mengikut arus sekaligus mencoba untuk melawannya. Aku kenal orang sepertimu yang begitu idealis namun tanpa sengaja sering menabrak idealismenya sendiri.
Hampir semua salah di matamu tapi bukan karena kau suka menyalah-nyalahkan. Hanya saja kau terlalu sensitif dan terlalu peka untuk setiap apa yang kau lihat telah penyimpang. Kau terlalu baik, terlalu berempati, hingga terkadang kau terjebak dalam empatimu sendiri. Sering terjadi kau tidak mampu melepaskan diri atau mengakhiri hubungan yang terbentuk tanpa sengaja akibat kecerobohan (persisnya keluguan)mu.

Tuesday, 30 June 2015

‘KUDETA’ MESJID RAYA DAN DISKRIMINASI SOSIAL

Oleh Ramli
Ramli Cibro
"Tulisan ini hanyalah sumbangan pemikiran dari seorang yang masih sedang belajar. Tulisan ini telah dimuat pada tajuk Opini,, harian Waspada Medan, Rabu, 24 Juni 2014. Tentu saja tulisan ini masih amburadul dan jauh dari kaedah-kaedah penulisan yang baik, dan lebih penting lagi, masih jauh dari kebenaran sejati. Namun tulisan ini adalah washilah dan proses bagi kami untuk terus 'mencari kebenaran.'

Tuesday, 16 June 2015

Mendaki Burangrang

Tulisan ini adalah tulisan lama yang pernah ku-posting di blog http://cucunguktepe.blogspot.com/2013/05/mendaki-burangrang-cimahi-jawa-barat.html, atau nama Kecoa De Cibro, dimana blog tersebut telah menjadi blog liar tak bertuan. Tidak seorangpun dari kami anak-anak coecoengoek yang tau tali kekang passwordnya. Kini blog itu terlunta-lunta di jagat perblog-an,,, tanpa tuan dan tanpa ruh,,,,
inilah tulisannya...

Saturday, 13 June 2015

ILMU MENURUT AL-GHAZALY



Orang-orang yang mempelajari bahasa Arab mengalami sedikit kebingungan tatkala menghadapi kata “ilmu”. Dalam bahasa Arab, kata al-‘ilm berarti pengetahuan (knowledge), sedangkan kata “ilmu” dalam bahasa Indonesia biasanya merupakan terjemahan science. Ilmu dalam arti science itu hanya sebagian dari al-‘ilm dalam bahasa Arab. Karena itu kata science seharusnya diterjemahkan sain saja. Maksudnya agar orang yang mengerti bahasa Arab tidak bingung membedakan kata ilmu (sain) dengan kata al-‘ilm yang berarti knowledge.[1]

Saturday, 25 April 2015

Namanya Dinda; Fiksi Bersambung (part II)



 Namanya Dinda. Tentu saja Dinda yang masih sama dengan pernah kudeskripsikan waktu itu. Yaitu; Seorang cewek culun, aktifis dakwah, berkacamata, dan mahasiswi jurusan tetangga. Cantiknya lumayan, kira-kira dapet point 6,5 atau 0,5 poin lebih tinggi dari Cewek dalam lagu Mata Indah Bola Pimpong-nya Iwan Fals). Jadi wajar donk kalau aku suka? Disini Sekali lagi ku tegaskan, Dinda itu nama Pesbuk, bukan nama sebenarnya. Disini nama sebenarnya disamarkan untuk melindungi orang yang tidak bersalah dari jahatnya Cinta....(Dalam beberapa hal, aku menganggap cinta itu jahat)
Bukan menjadi rahasia lagi, bahwa kebanyakan kader dakwah pasti berpacaran. Entah darimana dalil yang membolehkannya, yang jelas ini merupakan sebuah fenomena yang mudah dijumpai. Menurut dugaanku Dinda-pun dah punya pacar. Terakhir kali aku bertemu dengannya, ia sedang jalan berdua bersama seorang pria misterius yang standarnya beda-beda tipis dengan aku. Mudah-mudahan itu bukan pacarnya. Dan jika benar? Artinya lagi-lagi ada yang mencuri start-ku.

Wednesday, 15 April 2015

Namanya Dinda (Bagian 1)



Namanya Dinda. Bukan nama asli, tapi nama pesbuk. Setidaknya ini yang ku tahu. Dua kali pesbuknya aku request,,, dua kali aku diabaikan. Tapi bagiku itu tak masalah. Diabaikan dan Mengabaikan atau yang lebih kejam, Ditolak dan Menolak adalah keseharian. Sudah terlalu biasa aku dengan semua itu. Sebagai gambaran umum, Dinda itu; Orangnya culun; berkacamata ; aktifis; penampilan biasa; anak jurusan tetangga dan mungkin juga anak LDK. Sebuah kenaifan bagi aku yang Anti LDK ternyata malah menyukai makhluk dari spesies 'Ikhwan-Ukhti.' 

Friday, 10 April 2015

Mengapa Islam Mundur...?


Ramli
Seorang Mahasiswa
Pertanyaan mengapa Islam mundur adalah pertanyaan yang sulit dan kompleks. Setiap orang berbeda-beda jawaban sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing. Meskipun demikian, setiap pandangan dan jawaban tentu harus memiliki landasan dan argument yang dapat diperanggungjawabkan. Sebagai contoh misalnya ketika kemunculan tarekat berbarengan dengan penyerangan kaum Mongol, tidak serta merta menjadikan tarekat sebagai kambing hitam atas kemunduran Islam pasca serangan tersebut. Dan dan sebaliknya kita juga tidak dapat membela tarekat dan membantah tuduhan yang menyatakan tarekat sebagai biang kemunduran Islam sebelum melakukan penelitian dan pengkajian yang komprehensif.